{"id":1810,"date":"2025-03-12T13:57:57","date_gmt":"2025-03-12T13:57:57","guid":{"rendered":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/?p=1810"},"modified":"2025-03-12T13:57:57","modified_gmt":"2025-03-12T13:57:57","slug":"kampung-durian-runtuh-upin-ipin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/","title":{"rendered":"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampung Durian Runtuh adalah desa fiktif yang menjadi latar utama dalam serial animasi populer asal Malaysia, Upin &amp; Ipin. Desa ini digambarkan sebagai tempat tinggal tokoh utama, yaitu si kembar Upin dan Ipin, bersama keluarga dan teman-teman mereka. Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di kalangan penonton, terutama anak-anak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Asal Usul dan Nama Kampung Durian Runtuh Upin Ipin<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1812\" src=\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Asal-Usul-dan-Nama-Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg\" alt=\"Asal Usul dan Nama Kampung Durian Runtuh Upin Ipin\" width=\"952\" height=\"529\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama &#8220;Kampung Durian Runtuh&#8221; diambil dari pohon durian yang menjadi ciri khas desa tersebut. Dalam bahasa Melayu, &#8220;durian runtuh&#8221; juga memiliki makna kiasan sebagai rezeki nomplok atau keberuntungan yang datang tiba-tiba. Pemilihan nama ini memberikan nuansa lokal yang kuat dan mencerminkan budaya masyarakat setempat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tokoh dan Penduduk Kampung Durian Runtuh Upin Ipin<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa tokoh utama yang menghuni Kampung Durian Runtuh:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Upin dan Ipin<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dua anak kembar yang menjadi tokoh utama serial ini. Mereka tinggal bersama nenek mereka dan kakak perempuan mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Opah (Mak Uda)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Nenek dari Upin dan Ipin yang bijaksana dan penyayang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Kak Ros<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kakak perempuan Upin dan Ipin yang tegas namun peduli terhadap adik-adiknya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Tok Dalang (Isnin bin Khamis)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Ketua kampung yang dihormati dan sering menjadi penengah dalam berbagai situasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Ehsan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Teman sekelas Upin dan Ipin yang ceria dan suka makan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Fizi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sahabat Ehsan yang sering bertingkah lucu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mail<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Anak yang pandai berjualan dan memiliki jiwa wirausaha sejak kecil.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mei Mei<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Teman sekelas yang pintar dan rajin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Jarjit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Anak yang suka berpantun dan memiliki suara khas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Susanti<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Anak perempuan asal Indonesia yang pindah ke Kampung Durian Runtuh dan cepat beradaptasi dengan teman-teman barunya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tempat Penting di Kampung Durian Runtuh Upin Ipin<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa lokasi penting yang sering muncul dalam serial Upin &amp; Ipin antara lain:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Rumah Upin dan Ipin<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Tempat tinggal utama yang sering menjadi pusat cerita.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Tadika Mesra<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Taman kanak-kanak tempat Upin, Ipin, dan teman-temannya belajar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Surau Kampung Durian Runtuh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat desa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Kedai Runcit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Toko kelontong yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari penduduk kampung.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Padang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Lapangan tempat anak-anak bermain dan mengadakan berbagai kegiatan olahraga.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Rumah Tok Dalang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Tempat tinggal ketua kampung yang sering menjadi lokasi pertemuan warga.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Budaya dan Nilai-Nilai yang Diajarkan<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial Upin &amp; Ipin tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai budaya dan pendidikan. Beberapa di antaranya:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Gotong Royong<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Semangat kerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan bersama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Toleransi Beragama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Penggambaran kehidupan masyarakat yang harmonis meskipun memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Pentingnya Pendidikan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Motivasi untuk selalu belajar dan menghargai ilmu pengetahuan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Kebersihan dan Kesehatan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Penghormatan terhadap Orang Tua dan Sesepuh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Menunjukkan sikap hormat kepada yang lebih tua sebagai bagian dari adat dan budaya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Pengaruh dan Popularitas<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak pertama kali tayang pada tahun 2007, Upin &amp; Ipin telah mendapatkan tempat istimewa di hati penonton, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di negara-negara lain seperti Indonesia, Brunei, dan Singapura. Kampung Durian Runtuh sebagai setting utama memberikan nuansa lokal yang kental, membuat penonton merasa dekat dan akrab dengan kehidupan desa yang sederhana namun penuh makna.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Upaya Wujudkan Kampung Durian Runtuh di Dunia Nyata<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popularitas Kampung Durian Runtuh mendorong Les&#8217; Copaque Production, studio di balik serial Upin &amp; Ipin, untuk merencanakan pembangunan taman hiburan bertema Kampung Durian Runtuh di Johor Bahru, Malaysia. Rencana ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada penggemar untuk merasakan suasana desa seperti dalam serial animasi tersebut. Meskipun proyek ini diumumkan pada tahun 2021, perkembangan terbarunya belum banyak dipublikasikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampung Durian Runtuh, meskipun fiktif, telah berhasil menggambarkan kehidupan desa yang kaya akan budaya dan nilai-nilai positif. Melalui serial Upin &amp; Ipin, penonton diajak untuk mengenal dan menghargai kehidupan sederhana yang penuh dengan kebersamaan, toleransi, dan kearifan lokal. Desa ini menjadi simbol dari kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai, memberikan pelajaran berharga bagi semua kalangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan tentang Kampung Durian Runtuh Upin Ipin. Jangan lupa untuk selalu <a href=\"https:\/\/ditusi.co.id\/\">top up game termurah<\/a> hanya di <a href=\"https:\/\/ditusi.co.id\/\">Ditusi<\/a>!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampung Durian Runtuh adalah desa fiktif yang menjadi latar utama dalam serial animasi populer asal Malaysia, Upin &amp; Ipin. Desa ini digambarkan sebagai tempat tinggal tokoh utama, yaitu si kembar Upin dan Ipin, bersama keluarga dan teman-teman mereka. Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[54],"tags":[78],"class_list":["post-1810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-movie","tag-anime"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan! - Ditusi Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di kalangan penonton.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan! - Ditusi Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di kalangan penonton.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ditusi Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-12T13:57:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/blog.ditusi.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1486\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"811\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rinaldi Syahran\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rinaldi Syahran\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/\",\"url\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/\",\"name\":\"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan! - Ditusi Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-12T13:57:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-12T13:57:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/782ae4579f14a7c60f68a2c501b8060f\"},\"description\":\"Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di kalangan penonton.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg\",\"width\":1486,\"height\":811,\"caption\":\"Kampung Durian Runtuh Upin Ipin\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/\",\"name\":\"Ditusi Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/782ae4579f14a7c60f68a2c501b8060f\",\"name\":\"Rinaldi Syahran\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/acfba07ea242b592203cabf19cd68cf4221fe4de084dd9bfdb2faf5f7d0801b8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/acfba07ea242b592203cabf19cd68cf4221fe4de084dd9bfdb2faf5f7d0801b8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rinaldi Syahran\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/gaming-en.wartagames.com\/\"],\"url\":\"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/author\/rinaldi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan! - Ditusi Blog","description":"Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di kalangan penonton.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan! - Ditusi Blog","og_description":"Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di kalangan penonton.","og_url":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/","og_site_name":"Ditusi Blog","article_published_time":"2025-03-12T13:57:57+00:00","og_image":[{"width":1486,"height":811,"url":"https:\/\/blog.ditusi.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rinaldi Syahran","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rinaldi Syahran","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/","url":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/","name":"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan! - Ditusi Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg","datePublished":"2025-03-12T13:57:57+00:00","dateModified":"2025-03-12T13:57:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/782ae4579f14a7c60f68a2c501b8060f"},"description":"Meskipun Kampung Durian Runtuh Upin Ipin tidak ada di dunia nyata, popularitasnya telah membuatnya dikenal luas di kalangan penonton.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#primaryimage","url":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg","contentUrl":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Kampung-Durian-Runtuh-Upin-Ipin.jpg","width":1486,"height":811,"caption":"Kampung Durian Runtuh Upin Ipin"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fakta Kampung Durian Runtuh Upin Ipin, Mencengangkan!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/","name":"Ditusi Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/782ae4579f14a7c60f68a2c501b8060f","name":"Rinaldi Syahran","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/acfba07ea242b592203cabf19cd68cf4221fe4de084dd9bfdb2faf5f7d0801b8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/acfba07ea242b592203cabf19cd68cf4221fe4de084dd9bfdb2faf5f7d0801b8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rinaldi Syahran"},"sameAs":["https:\/\/gaming-en.wartagames.com\/"],"url":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/author\/rinaldi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1810"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1814,"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1810\/revisions\/1814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ditusi.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}