Hollow Knight Silksong

Setelah enam tahun penuh penantian dan spekulasi, Hollow Knight: Silksong akhirnya resmi dirilis pada 4 September 2025. Game ini langsung meledak di pasaran dan menjadi topik hangat di kalangan gamer maupun media global. Bahkan, saat peluncuran perdananya, beberapa platform digital seperti Steam, Nintendo eShop, PlayStation Store, dan Microsoft Store sempat mengalami gangguan akibat lonjakan permintaan yang luar biasa besar.

 

Menurut laporan The Guardian, hanya dalam waktu 30 menit setelah rilis, Silksong berhasil mencatat lebih dari 110.000 pemain aktif di Steam, angka yang mengesankan untuk sebuah game indie. Fenomena ini mengingatkan kita bagaimana pendahulunya, Hollow Knight, yang dirilis pada 2017, berhasil membangun komunitas fanatik dengan jutaan pemain setia.

 

Hollow Knight: Silksong dikembangkan oleh Team Cherry, studio kecil asal Adelaide, Australia, yang hanya terdiri dari tiga orang. Awalnya, Silksong direncanakan sebagai sebuah DLC (downloadable content) untuk Hollow Knight. Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya konten, proyek ini berkembang menjadi sekuel penuh dengan skala jauh lebih besar.

 

Latar Belakang & Dunia Baru

 

Hollow Knight Silksong, Mengenal Gameplay, Fitur, Kelebihan, dan Kekurangannya

 

Jika Hollow Knight membawa pemain ke dunia gelap dan misterius Hallownest, maka Silksong menghadirkan dunia baru bernama Pharloom. Pharloom digambarkan sebagai kerajaan yang indah namun penuh bahaya. Lingkungan dalam game ini jauh lebih bervariasi, mulai dari hutan subur, kota megah, gua sunyi, hingga reruntuhan industri.

 

Dunia Pharloom dirancang dengan pendekatan non-linear yang memungkinkan pemain menjelajahi area dengan bebas. Setiap zona memiliki identitas visual yang unik serta rahasia yang tersembunyi, mendorong eksplorasi berulang. Hal ini sejalan dengan gaya Metroidvania, di mana pemain bisa membuka area baru setelah memperoleh kemampuan tertentu.

 

Lebih dari 150 jenis musuh diperkenalkan dalam Silksong, termasuk bos dengan pola serangan unik yang menantang strategi pemain. Hal ini mempertegas ciri khas Team Cherry: game yang indah, namun brutal.

 

Gameplay & Mekanika Utama

 

 

Karakter Utama: Hornet

 

Berbeda dari game pertama yang menampilkan Knight, di Silksong pemain akan berperan sebagai Hornet, karakter penting dalam Hollow Knight. Hornet memiliki gaya bertarung yang jauh lebih cepat, lincah, dan akrobatik. Ia bisa melompat, meluncur, melakukan serangan jarak dekat (melee), maupun serangan jarak jauh (ranged).

 

Hornet juga memiliki kemampuan parkour, memungkinkan pemain untuk bergerak lebih dinamis. Hal ini membuat gameplay terasa lebih fluid dan agresif, berbeda dari Knight yang cenderung lebih methodical.

 

Sistem Healing Baru

 

Jika di Hollow Knight pemain menggunakan Soul untuk menyembuhkan diri, di Silksong hadir sistem baru bernama Silk Gauge. Gauge ini dapat digunakan untuk melakukan Bind, yaitu mekanisme penyembuhan yang lebih cepat namun bisa diganggu jika pemain terkena serangan. Artinya, healing menjadi lebih efisien, tetapi juga berisiko tinggi.

 

Checkpoints & Benches

 

Salah satu perbaikan besar di Silksong adalah penambahan benches atau titik istirahat. Jumlahnya hampir dua kali lipat dibanding game pertama (sekitar 100 dibandingkan 51). Hal ini membuat progres permainan terasa lebih adil karena pemain tidak perlu mengulang terlalu jauh setelah mati.

 

Fitur Eksplorasi & Quest

 

Selain eksplorasi, Silksong menambahkan sistem quest yang lebih kaya. Pemain akan menemui NPC dengan berbagai misi opsional, mulai dari pertarungan tambahan hingga cerita sampingan yang memperluas lore Pharloom. Beberapa momen opsional bahkan menghadirkan adegan dramatis, seperti pembebasan tahanan atau kehancuran kota yang berubah setelah pertempuran besar.

 

Mode Steel Soul

 

Bagi pemain hardcore, tersedia Steel Soul Mode, yaitu mode permadeath. Sekali mati, progres hilang selamanya. Mode ini dirancang untuk mereka yang ingin merasakan ketegangan maksimal.

 

Visual, Narasi, dan Musik

 

Visual

 

Silksong tetap mempertahankan gaya hand-drawn art khas Team Cherry. Namun, kali ini visual terasa lebih berwarna, kaya, dan penuh detail. Setiap bioma dirancang dengan nuansa unik, membuat dunia Pharloom hidup dan memikat mata. Animasi Hornet juga lebih halus, mempertegas perannya sebagai karakter yang gesit.

 

Narasi

 

Salah satu perbedaan mencolok dengan game pertama adalah Hornet bisa berbicara. Hal ini memberikan kedalaman narasi yang lebih besar, karena pemain bisa memahami karakter utama secara langsung. Cerita Silksong tetap misterius, namun kini terasa lebih personal dan emosional.

 

Musik

 

Musik kembali digarap oleh Christopher Larkin, komposer yang sebelumnya sukses dengan Hollow Knight. Soundtrack Silksong mendapatkan banyak pujian karena mampu memperkuat atmosfer, mulai dari ketegangan saat pertarungan bos hingga ketenangan ketika menjelajahi area sunyi.

 

Fitur Tambahan yang Menarik

 

● Konten opsional melimpah – banyak area rahasia, cutscene tersembunyi, hingga mini-game unik.

 

● Pengisi suara tamu spesial – Eric Barone, kreator Stardew Valley, ikut menyumbang suara untuk salah satu karakter.

 

● Aksesibilitas lebih baik – lebih banyak save point, sistem healing cepat, serta kontrol yang lebih responsif.

 

Kelebihan Hollow Knight: Silksong

 

● Eksplorasi lebih luas dengan dunia Pharloom yang penuh rahasia.

 

● Gameplay cepat dan dinamis, cocok bagi penggemar aksi intens.

 

● Visual indah dan animasi halus, meningkatkan kualitas estetika.

 

● Soundtrack atmosferik, memperkuat imersi pemain.

 

● Sistem healing dan checkpoints lebih ramah, mengurangi frustrasi.

 

● Quest opsional dan narasi kaya, menambah replay value.

 

● Mode Steel Soul, memberi tantangan ekstrem bagi pemain hardcore.

Kekurangan Hollow Knight: Silksong

 

● Ekspektasi tinggi membuat game sulit memenuhi semua harapan.

 

● Kurva kesulitan tetap curam, terutama di awal permainan.

 

● Sistem healing bisa frustratif jika sering diganggu musuh.

 

● Beberapa mekanik “trollish”, membuat jalur eksplorasi berulang.

 

● AI musuh tertentu menyebalkan, terutama tipe terbang.

 

● Gameplay loop terasa familiar, bisa kurang segar bagi sebagian pemain.

 

● Masalah lokalisasi – khususnya terjemahan Mandarin yang buruk, sempat membuat rating Steam turun ke Mixed.

 

Hollow Knight: Silksong adalah sekuel yang pantas disebut sebagai salah satu Metroidvania terbaik dekade ini. Dengan eksplorasi dunia Pharloom yang luas, mekanika baru yang segar, serta musik dan visual yang memukau, game ini sukses menjadi penerus sekaligus penyempurna dari Hollow Knight.

 

Namun, Silksong juga bukan game untuk semua orang. Kesulitan yang tinggi dan tantangan intens bisa jadi hambatan bagi pemain kasual. Meski begitu, bagi mereka yang menyukai eksplorasi, tantangan, dan seni visual yang indah, Silksong adalah pengalaman yang sulit ditandingi.

 

Apakah Silksong layak dimainkan? Jawabannya: ya, sangat layak. Game ini bukan hanya sekadar sekuel, tetapi juga sebuah karya seni yang memadukan tantangan, narasi, dan desain dunia dengan sangat apik. Jika kamu penggemar Metroidvania atau pencinta tantangan, Hollow Knight: Silksong akan menjadi perjalanan yang tak terlupakan.

 

Dan jangan lupa, untuk pengalaman gaming yang lebih maksimal, pastikan kebutuhan top up kamu terpenuhi. Nikmati harga terbaik, aman, dan terpercaya, top up termurah hanya di Ditusi!

 

PREVIOUS POST
You May Also Like

Leave Your Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *