Ronova adalah salah satu dari Empat Bayangan dari Prinsip Surgawi, dan dikenal sebagai Ruler of Death (Penguasa Kematian). Karakter ini memainkan peran penting dalam lore Teyvat, khususnya di wilayah Natlan, dan pertama kali disebut dalam Archon Quest Echoes of Life pada Chapter V: Act II – Black Stone Under a White Stone. Penampilan fisiknya yang pertama terjadi dalam Archon Quest When All Becomes a Monument, di Chapter V: Act V – Incandescent Ode of Resurrection.
Asal Usul dan Afiliasi

Ronova berasal dari Natlan dan berafiliasi dengan kelompok Empat Bayangan (Four Shades) — entitas metafisik yang diciptakan oleh Prinsip Surgawi untuk menjaga keseimbangan dunia. Dia merupakan representasi kematian dan berperan dalam membentuk tatanan dunia pasca-pertarungan antara entitas surgawi dengan makhluk kuno yang disebut Tujuh Penguasa.
Peran di Natlan dan Pembentukan Kerajaan Malam
Setelah kehancuran besar yang dikenal sebagai Great War of Vengeance, wilayah Natlan mengalami kerusakan parah, terutama pada Ley Line-nya. Dalam situasi ini, Ronova turun tangan dengan memberikan panduan kepada Yohualtecuhtin, Lord of the Night, untuk membangun kembali Ley Line yang hancur melalui pendirian Night Kingdom. Meskipun tindakan ini lahir dari kasih sayang dan rasa penyesalan, ia dianggap telah melampaui wewenangnya sebagai Bayangan oleh Prinsip Surgawi. Akibat teguran tersebut, Ronova mulai menunjukkan sikap apatis terhadap nasib dunia.
Penampilan Fisik dan Simbolisme
Ronova digambarkan sebagai wanita tinggi dengan kulit pucat, rambut panjang berwarna putih, dan mata emas berbentuk kelopak bunga tujuh helai. Ia mengenakan pakaian dominan hitam, abu-abu, dan merah, terdiri dari bodysuit transparan, gaun tanpa tali dengan rok terbuka di bagian depan, serta aksesori seperti sarung tangan opera hitam, sayap merah gelap berbentuk mata, dan kerudung transparan di bagian belakang rambutnya.
Salah satu simbol kekuatannya adalah celah merah darah di langit Teyvat — sebuah portal yang digunakannya untuk mengamati dunia. Dari sana, enam mata muncul: dua di kanan, tiga di kiri, dan satu besar di tengah. Energi merah tersebut diasumsikan sebagai manifestasi kekuatan kematian milik Ronova.
Sejarah dan Perang di Masa Lalu
Setelah kemunculan takhta surgawi pertama, Prinsip Surgawi bertarung melawan Tujuh Penguasa Dunia Lama. Empat Bayangan pun diciptakan sebagai ekstensi kekuatan surgawi, termasuk Ronova. Empat puluh tahun setelah perang pertama, para Penguasa Lama dikalahkan, dan tujuh bangsa besar tunduk pada aturan surgawi. Sejak itu, Ronova dan ketiga Bayangan lainnya menjadi instrumen metafisik — digambarkan sebagai “belenggu” — yang digunakan untuk mempertahankan tatanan dunia.
Dalam konflik melawan Nibelung dan Naga Kuno, Ronova dipercaya turut bertarung di pihak Prinsip Surgawi. Peranannya dalam membangun kembali Natlan pasca-perang menunjukkan bahwa ia memiliki sisi empatik, meskipun tindakannya itu kelak dipandang sebagai penyimpangan.
Perjanjian dengan Pyro Archon
Setelah Xbalanque menjadi Pyro Archon pertama, ia menggunakan tahta ilahi untuk meminjam kekuatan Ronova dan membentuk sistem spiritual di Natlan — Pilgrimage of the Return of the Sacred Flame. Sistem ini memungkinkan manusia biasa menjadi Pyro Archon dengan menerima kenangan dan pengetahuan dari tanah Natlan melalui Sacred Flame. Sebuah kesepakatan pun dibuat: siapapun yang menggunakan kekuatan Ronova akan mati, dan jika Prinsip Surgawi mengetahui hal ini, Ronova akan menyangkal keterlibatannya.
Kutukan Abadi dan Konflik Moral
Saat bencana Khaenri’ah terjadi, Ronova mengutuk para penduduk murni Khaenri’ah dengan keabadian yang menyakitkan. Menurut Capitano, Ronova tidak membedakan antara orang tak bersalah dan para pelaku utama — Lima Pendosa dan Raja Vinster. Kutukan ini menjadi bukti kejamnya peran Ronova sebagai Penguasa Kematian, sekaligus sumber kebencian dari para korban, termasuk The Captain.
Konflik Terbaru dan Akhir Perjanjian
Dalam konflik melawan Gosoythoth, Mavuika menggunakan kekuatan Ronova untuk menggagalkan invasi Abyss. Sebagai imbalannya, Ronova menuntut nyawa Mavuika. Namun, Yohualtecuhtin dan Il Capitano telah menyusun rencana: Il Capitano akan menyerahkan hidupnya sebagai ganti. Karena ia telah dikutuk untuk hidup abadi, hal ini menciptakan paradoks. Meskipun begitu, Ronova tetap menjalankan kutukannya. Akibatnya, Yohualtecuhtin memperoleh kehidupan abadi saat kekuatan hidup Il Capitano berpindah kepadanya.
Setelah kemenangan rakyat Natlan dalam perang, Ronova memenuhi janjinya kepada Xbalanque dan mengizinkannya menyaksikan keadaan Natlan masa kini. Ia pun bersemayam sehari dalam tubuh Mausau. Ketika ditawari untuk membangkitkan kembali orang-orang terkasih oleh Xbalanque, Mavuika memilih untuk menolak.
Referensi dan Simbolisme Tambahan
Desain visual Ronova sangat mirip dengan Statue of the Omnipresent God di Inazuma, terutama dengan sayapnya yang dipenuhi simbol mata. Nama “Ronova” kemungkinan berasal dari Ronove, seorang Marquis dan Earl besar dari neraka dalam teks Ars Goetia. Ronove dikenal sebagai pengambil jiwa tua yang mendekati kematian — selaras dengan peran Ronova di Teyvat.
Ronova adalah karakter yang kompleks: kuat, bijaksana, tapi juga penuh tragedi dan kontradiksi moral. Perannya sebagai Bayangan Kematian menjadikannya tokoh penting dalam dinamika kekuatan di Teyvat, khususnya di Natlan. Dalam dunia yang terus berubah oleh konflik, perjanjian, dan pengorbanan, Ronova berdiri sebagai simbol kekuatan ilahi yang tidak bisa dihindari — kematian itu sendiri.
Demikian pembahasan tentang Ronova Genshin Impact. Jangan lupa untuk terus support game Genshin dengan terus top up Genshin Impact hanya di Ditusi!
Tags:
Subscribe To Get Update Latest Blog Post
No Credit Card Required




Leave Your Comment: